Dibully karena Curhat di Grup FB
Beberapa tahun yang lalu, waktu masih tinggal di rumah mertua, aku merasa kurang nyaman, apalagi dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Mertuaku baik tapi ya ada saja yang membuatku ga enak. Tentu saja, perbedaan pemikiran pasti ada saja.
Ceritanya mertuaku menyuruh tukang untuk mengecat rumah dan menata kebun, lalu aku bilang ingin ada tempat cuci piring di dalam, biar kalau cuci piring kapanpun bisa, jadi ga akan numpuk piring kotornya. Selama ini tempat cuci piring ada di luar dekat kolam ikan bawal, jadi ga bisa sering-sering cuci piring. Kalau malam kan gelap. Dan lagi aku takut kalau aku cuci piring, anakku yang waktu itu masih berumur 1 tahun, jatuh ke kolam. Kolamnya juga besar. Ikan bawalnya besar-besar, bahkan ada yang seekeornya mencapai 3 kg. Kebayang kan gedenya 😄😄. Ikan bawal itu agak mirip ikak piranha, kalau kita mencelupkan jari ke kolam, bisa-bisa jari kita digigit kuat sampai berdarah!!
Mempertimbangkan hal itu, makanya aku ingin tempat cuci piring ada di dalam, biar aman untuk anak. Aku dan suami ya begitulah waktu itu ga ada uang. Tadinya aku mau menjual emas saja untuk membuat tempat cuci piring di dalam. Tapi aku sadar bahwa ini bukan rumahku, aku tidak berhak mengatur2 sesuai dengan keinginanku. Dananya juga takut tidak cukup kalau hanya mengandalkan hasil penjualan emas saja.
Entahlah waktu itu rasanya mumet aja. Lalu karena di kampung suami aku masih belum begitu kenal dengan suami, jadi bingung mesti bilang sama siapa. Akhirnya aku curhat d sebuah grup fb, menceritakan masalahku. Dan tidak lama, orang-orang pada komen, mereka bilang
"Dasar menantu ga tau diri!"
"Udah bagus kamu diizinin tinggal sm mertua"
"Ya kalau pengen renovasi, pake uang sendiri aja! Jangan ngerepotin mertua!"
"Hahaha tuh kan anda jadi dosa karena ngomongin mertua. Jangan cengeng! Itu ga ada apa-apanya! Nanti akan ada ujian yang datang. Anak sakit, anak sekolah tapi ga ada biaya dll."
Dan sederet komentar pedas lainnya.
Tapi ada juga yang berkomentar baik, dengan berusaha memahami posisiku.
Sejak saat itu aku tidak berani lagi membahas tentang masalah rumah tangga di FB. Atau paling aku saring dulu aja, curhat yang umum-umum saja.
😅😅😅
Comments
Post a Comment